Jenuh

Tidak ada seorangpun dalam menjalani kehidupannya yang tidak pernah menjumpai suatu kejenuhan. Namun harus diketahui bahwa kebanyakan orang bisa sukses adalah selain kerja keras ia juga mampu mengelola kejenuhan tersebut dengan baik dan maksimal.
.

Ada beberapa alternative cara yang bisa digunakan untuk mengusir dan meminimalisir kejenuhan hidup sebagai mahasiswa :
  1. Keluar sejenak dari rutinitas sehari-hari (jangan berlama-lama keluarnya), missal jalan-kaki sampai capai secara fisik, tetiduran seharian tanpa meninggalkan shalat bagi yang muslim, sesekali memasak atau mencuci pakaian sendiri, atau jika sudah sering masak dan mencuci sendiri, maka bisa juga sesekali cuciannya di-laundry-kan dan mencari makan diluar bersama teman-teman.
  2. Kembangkan hobi positif bagi jiwa dan kesehatan kita. Missal bernyanyi, mengaji pada kelompok pengajian, dan berolahraga .
  3. Mencari tempat makan, tempat potong rambut, tempat servis kendaraan pada tempat yang baru sekaligus punya kesempatan membandingkan.
  4. Mencari teman baru selain satu angkatan, bisa teman kakak angkatan, adik angkatan, atau teman yang bebeda fakultas, beda perguruan tinggi, teman tetangga kos, teman antar persatuan mahasiswa daerah yang ada di sekitar tempat kita kuliah.
  5. Berekreasi pada lokasi yang tidak perlu jauh namun menarik, serta jarang kita kunjungi.
  6. Bersilaturahmi pada saudara, pada teman lama yang pernah kita kenal atau kepada teman baru yang belum sempat kita akrab agar lebih dekat dan saling bisa memberi inspirasi atau motivasi.
  7. Membuat blog pribadi yang pada saat jenuh kita gunakan sebagai pelarian yang positif (sublimasi), tumpahkan semua perasaan dengan gaya bahasa – yang walau tidak indah – tetapi santun dan tetap beretika.
Catatan :

  1. Hindari cara-cara mengatasi kejenuhan hidup dengan sikap dan perilaku yang negatif, misalnya larut dalam kesedihan dan kemalasan, jangan sekali-kali mencoba minuman keras (beralkohol dan mengakibatkan mabuk), jangan mengkonsumsi narkotika / narkoba.
  2. Jangan merusak masa depan kita sendiri dan jangan menyia-nyiakan kepercayaan pihak yang membiayai kuliah dan ongkos hidup kita selama ini.
  3. Jangan hanya gara-gara ada satu orang yang menyakiti hidup kita, lantas kita rusak keseluruhan masa depan kita sendiri, kita rusak harapan orang-orang terdekat kita lainnya yang masih mencintai kita.
Supported by : Lembaga Tes Bakat Sidikjari DMI
.
.

——————————————————————————–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s