Menuntut Ilmu Sepanjang Hayat

Jika menuntut ilmu itu bagian terpenting dalam perjalanan hidup kita, maka menjadi hal yang baik jika kita mengetahui pula seluk beluk dunia kampus atau dunia perguruan tinggi, dunia yang paling tinggi dalam dunia intelektualisme secara formal.
.
Menuntut ilmu itu bentuknya bisa dilakukan secara informal, nonformal dan formal, dan semuanya itu bergantung pada situasi dan keadaan kita masing-masing. Namun yang tidak boleh diabaikan adalah jangan berhenti menuntut ilmu apapun bentuknya dan apapun keadaannya. Carilah ilmu sepanjang hayat dan yang bermanfaat.
.
Zaman selalu dinamis dan berubah dalam segala kemungkinan, hidup penuh ketidakpastian dan serba tidak ada jaminan, maka menuntut ilmu adalah bagian dari suatu upaya atau ikhtiar untuk membuka tabir yang masih serba misteri itu. Dengan ilmu hidup menjadi mudah dan tanpa ilmu hidup akan menjadi susah.
.
Perlu diingat bahwa dalam rangka mendukung kemajuan dan membentuk peradaban yang lebih baik dan lebih manusiawi maka segala upaya mencari kebenaran (menuntut ilmu) harus dilakukan dengan cara yang holistik dan komprehensif, tidak sekuler dan tetap profesional. Ada tiga zona kebenaran yang senantiasa perlu dipertimbangkan antara lain : 1) Zona kebenaran ilahiah 2) Zona kebenaran alamiah dan 3) Zona kebenaran ilmiah. Ketiganya merupakan satu-kesatuan yang utuh untuk dipilahkan tetapi bukan untuk dipisahkan.
.
Perlu juga dipertimbangkan bahwa esensi menuntu ilmu adalah peningkatan dan kemanfaatan. Agar meningkat dan bermanfaat maka tiga ranah pendidikan tidak boleh diabaikan, antara lain : 1) Ranah afeksi 2) Ranah psikomotori dan 3) Ranah kognisi. Dominasi satu diantara ketiganya akan menentukan profesi apa yang kelak akan kita tekuni, boleh ada dominasi tetapi tidak boleh saling meniadakan, dominasi hanya sebatas menentukan prioritas keahliannya saja dan tidak mengabaikan yang lainnya.
.
Dalam arti luas pendidikan adalah proses memberikan stimulasi atau proses mengaktivasi atas suatu potensi yang dimiliki oleh seseorang agar memiliki kompetensi, prestasi dan reputasi.
.
Ada tiga fariabel dalam proses pendidikan yaitu : 1) Pengulangan 2) Pembiasaan dan 3) Pemberdayaan.
.
Pada akhirnya setiap insan yang berpendidikan haruslah sukses. Sukses adalah kombinasi yang optimal antara bakat, minat dan cara hidup yang sehat. Sedangkan puncak sukses adalah menjadi yang terbaik pada bidangnya.
.
Mari para mahasiswa dan para alumni, gunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu, gunakan sehatmu sebelum datang sakitmu, gunakan kekayaanmu sebelum datang miskinmu, gunakan waktu senggangmu sebelum datangnya waktu sempitmu, dan manfaatkan hidupmu sebelum datang kematianmu. Keadaanmu hari ini ditentukan oleh aktifitasmu hari kemarin dan aktifitasmu hari ini sangat mempengaruhi masa depanmu. Setiap akibat pasti ada sebabnya, setiap pilihan mengandung suatu konsekuensi, dan setiap perilaku menuntut tanggungjawabnya.
.
Menuntut ilmu sepanjang hayat karena ujian hidup juga datangnya sepanjang hayat, bukan hanya saat kita kuliah saja, bahkan saat bekerja nanti tantangannya juga sangat luar biasa, terlebih jika sudah berumahtangga punya tanggungan anak-anak yang tantangannya juga sulit kita duga. Jangan menyerah sebelum langkah kita dihentikan oleh Sang Maha Perkasa. Yakinlah bahwa Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
.
Selamat menikmati informasi yang ada, selamat belajar, selamat berkarya semoga bermanfaat. Amiin.
.

Supported by : Lembaga Tes Bakat Sidikjari DMI
.
.

——————————————————————————–

One thought on “Menuntut Ilmu Sepanjang Hayat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s